Kamis, 20 Oktober 2011

Perluas Layanan, Indosat Gandeng Enam Mitra

Indosat TERKAIT : STOP, Cara Berhenti Langganan Konten Premium Indosat Cegat SMS Pencuri Pulsa, Indosat 'Jaga' Nomor Pelanggan Indosat Patok Target Pasarkan 50 Ribu Dakota Indosat Serahkan Bold ke Pelanggan VIP Lebaran, Indosat Kirim 958 Juta SMS Sabtu, 15 Oktober 2011 16:03 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-- Indosat, menggandeng enam perusahaan yang bergerak di berbagai bidang untuk memperluas layanan jaringan telekomunikasi khususnya di wilayah Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Chief Wholesale & Infrastucture Officer PT. Indosat Tbk, Fadzri Sentosa, dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu, mengatakan, pihaknya telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan enam perusahaan yang bergerak di bidang shipyard, penyedia listrik, investasi emas dan perak, dan manufacturing.

"Seluruh perusahaan berada di Area Batam sehingga diharapkan melalui kerja sama ini layanan jaringan telekomunikasi di Batam semakin luas," katanya.

Penandatanganan dilakukan oleh Group Head Sales Indosat, Prima Wuryanjono yang disaksikan Chief Wholesale & Infrastucture Officer PT. Indosat Tbk, Fadzri Sentosa dengan perwakilan dari masing-masing perusahaan.

"Dalam kerja sama tersebut, kami berperan sebagai penyedia layanan telekomunikasi akan menyediakan layanan I-DIA (Indosat Dedicated Internet Access) dan INL (Indosat National Link) bagi perusahaan-perusahaan tersebut," katanya.

I-DIA (Indosat Dedicated Internet Access) adalah layanan komunikasi internet yang berkualitas yang mempunyai kecepatan mulai 256 Kbps sampai dengan 155 Mbps dengan dua class of sevice, yaitu Premium dan Standard, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Sedangkan INL (Indosat National Link) adalah layanan connectivity untuk solusi kebutuhan komunikasi suara, data dan video dengan cakupan domestik secara on-line, baik inner city (dalam kota) maupun inter city (antarkota). Kecepatan akses INL mencapai 64 Kbps sampai dengan 155 Mbps.

"Layanan tersebut merupakan bagian dari connectivity solution kami untuk pemenuhan kebutuhan telekomunikasi bagi segmen korporasi maupun public sector di area Batam dan sekitarnya," katanya.

Ia mengatakan, saat ini Indosat Batam telah didukung oleh jaringan serat optik(Jakabare dan SMW), microwave, wireless dan satelit untuk memenuhi semua kebutuhan komunikasi.
Infrastruktur tersebut diharapkan dapat membantu kinerja dan efektivitas perusahaan dari berbagai latar belakang industri di Batam.

"Kami juga berharap dengan penandatanganan semacam ini, akan membangun kerja sama yang bersifat saling mendukung antara kami sebagai operator telekomuniasi dan perusahaan-perusahaan tersebut dalam menjalankan bisnisnya," katanya.

Redaktur: taufik rachmanSumber: antara

Rabu, 19 Oktober 2011

Ini Dia, Jurus Ampuh Agar Pulsa Tetap Utuh

SMS, ilustrasi TERKAIT : Polda Metro Jaya Tangani Tiga Kasus Sedot Pulsa Pasca Gempa Trafik Komunikasi Telkomsel Naik 40 Persen Restitusi Pulsa Hingga Rp 300 Juta per Bulan Polda Metro Tangani Kasus Sedot Pulsa Secara Terpadu Best of The Best untuk Simpati dan Kartu Halo Senin, 17 Oktober 2011 15:43 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,SMS Konten Premium penyedot pulsa  kian  marak dibicarakan. Biasanya SMS yang bisa menyedot pulsa dikirim oleh layanan konten empat angka, misalnya, 97

Paskabayar Lebih Aman dari Aksi Sedot Pulsa?

Senin, 17 Oktober 2011 15:50 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,surabaya--Indosat menilai pelanggan pascabayar lebih aman dari kasus "sedot" pulsa dibandingkan prabayar.

"Apalagi, pembayaran pemakaian telekomunikasi pelanggan pascabayar memang dilakukan pada akhir bulan atau bukan beli pulsa lebih dulu," kata "Marketing, VAS, and Community" PT Indosat Tbk, Mohammad Fahrurrozi, ditemui saat uji coba "Long Term Evolution/LTE", di Surabaya, Senin.

Potensi tersebut, jelas dia, juga dipicu oknum penyedot pulsa di pasar telekomunikasi akan merasa sulit ketika melakukan aksinya kepada para pelanggan pascabayar.
"Kalau aksi tersebut dilaksanakan terhadap pelanggan prabayar justru lebih mudah. Apalagi, mereka sudah memiliki pulsa dalam besaran tertentu," ujarnya.

Namun, saran dia, pelanggan prabayar tidak perlu panik dan memindahkan layanan yang sudah dipilih ke pascabayar. Masyarakat yang memakai layanan prabayar hanya perlu melaporkan tindakan "sedot" pulsa tersebut ke operator telekomunikasi. "Akan tetapi, saat ini di tempat kami total keluhan atau laporan pelanggan sudah mengalami penurunan hampir 400 persen," ucapnya.

Ia mencontohkan, jika awalnya mencapai delapan hingga 10 laporan per hari, tetapi sekarang turun menjadi delapan hingga 10 laporan setiap pekan. Menyikapi kondisi banyaknya kasus "sedot" pulsa, Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi, Muhammad Budi Setiawan, menambahkan, sampai sekarang pemerintah sudah menyepakati akan menindak "Content Provider/CP" nakal.

"Kalau pelanggan merasa dirugikan dengan adanya tindakan 'sedot' pulsa silakan melakukan pengaduan. Khususnya mereka yang sudah terdaftar di suatu konten dan ada baiknya langsung meminta operator untuk menghentikan," katanya.

Selain itu, lanjut dia, saat ini sudah ada beberapa "CP" yang terkena peringatan meskipun datanya masih dirahasiakan. Bahkan, ada sejumlah "CP" yang namanya masuk daftar hitam.

Redaktur: taufik rachmanSumber: antara

Sembilan Operator Hentikan Sementara Layanan SMS Premium

Ilustrasi TERKAIT : Ini Dia, Jurus Ampuh Agar Pulsa Tetap Utuh Polda Metro Jaya Tangani Tiga Kasus Sedot Pulsa Polda Metro Tangani Kasus Sedot Pulsa Secara Terpadu Tangani Praktik 'Sedot Pulsa' Polda Metro akan Libatkan Seluruh Pihak Terkait Tiga Bulan Terakhir, BRTI Terima 9.000 Pengaduan SMS Nakal Senin, 17 Oktober 2011 16:17 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) menyatakan siap menghentikan penawaran konten premium layanan pesan singkat (SMS) broadcast, pop-screen, voice broadcast untuk menyelesaikan permasalahan soal penyedotan pulsa pelanggan seluler.

"Terhitung 18 Oktober 2011, ATSI akan menghentikan promosi layanan premium sampai dengan batas waktu yang ditentukan kemudian oleh regulator," kata Ketua Umum ATSI Sarwoto Atmosutarno, saat konferensi pers 9 operator telekomunikasi di Jakarta, Senin.

Menurut Sarwoto, komitmen menghentikan promosi layanan premium didasarkan pada Surat Edaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) No. 177 Tahun 2011 tertanggal 14 Oktober 2011 kepada seluruh operator layanan telekomunikasi.

Kasus pencurian pulsa pelanggan belakangan menjadi pokok pemberitaan media massa karena banyaknya laporan dari konsumen yang mengaku pulsa berkurang secara tiba-tiba tanpa melakukan aktivasi berlanggan layanan seluler tertentu.

Terkait kasus tersebut DPR pada 10 Oktober 2011 memanggil Menkominfo Tifatul Sembiring, BRTI, petinggi operator telekomunikasi dan termasuk penyedia konten (content provider).

Menurut Sarwoto yang juga Direktur Utama PT Telkomsel ini, operator juga diwajibkan membuka nomor yang dapat diakses konsumen untuk menghentikan layanan atau unreg layanan, selain juga menyiapkan "call center" sehingga memudahkan pelanggan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

"Prosedur berlangganan terus dievaluasi agar bagaimana konsumen dapat dengan mudah berhenti berlangganan semudah ketika si pelanggan mendaftar layanan tertentu," tegasnya.

Ia mengakui saat ini ATSI telah mengidentifikasi bahwa dari sekitar 400 mitra CP baik berasal dari dalam negeri maupun konten asing, sebanyak 60 CP bermasalah atau disebut "nakal".

"Kita (operator) juga berkomitmen meninjau kembali kerja sama dengan CP, mengawasi dan menyempurnakan sistem konten layanan," tegasnya.

Sejauh ini anggota ATSI sangat responsif, terbukti dari catatan BRTI bahwa lebih dari 90 persen keluhan yang masuk sudah ditangani dengan baik. "Sebanyak 60 CP nakal ini sudah di 'black list' dan operator diminta tidak lagi berbisnis dengan CP bermasalah itu," ujarnya.

Meski begitu ATSI sejauh ini belum mau mengumumkan nama-nama 60 perusahaan yang dimaksud. Terkait ganti rugi kepada konsumen yang menjadi korban pencurian pulsa, ATSI terus menindaklanjuti setiap laporan masyarakat, dan mengimbau operator melakukan restitusi (pengembalian) kepada pelanggan sesuai dengan mekanisme pada masing-masing operator.

Untuk itu ATSI meminta seluruh operator melakukan sosialisasi komitmen-komtmen tersebut melalui iklan bersama maupun sendiri-sendiri terkait langkah-langkah edukasi untuk masyarakat dalam mendapatkan hak-hak konsumen.

Pada kesempatan itu, Sarwoto menuturkan bahwa operator berkomitmen untuk menyelesaikan masalah penyedotan pulsa tersebut. "Industri telekomunikasi dibangun dengan niat baik bagi bangsa ini. Tidak ada niat sedikitpun dari seluruh anggota kami menjalankan praktek usaha yang tidak beretika sehingga terjadi keresahan dan kerugian masyarakat," ujarnya. Seluruh operator tentu sangat berkepentingan dalam melindungi pelanggan maupun industri.

Redaktur: taufik rachmanSumber: antara

BlackBerry Gratiskan Aplikasi Senilai 63 Pounsterling sebagai Bentuk Maaf

Blackberry Curve 9360 TERKAIT : Disperindag Pekanbaru Sita Sejumlah Blackberry Bodong RIM Rilis Blackberry Tag RIM Mulai Pasarkan Curve 9360 XL Lakukan Uji Jaringan di Sumatera Kemenkominfo: Tak Bangun Pabrik di Indonesia, RIM Justru Rugi Selasa, 18 Oktober 2011 08:02 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Blackberry hari ini mengumumkan menawarkan aplikasi gratis senilai 63 pounsterling untuk menenangkan pelanggan terkena 'pemadaman layanan' global tiga hari.

Research in Motion menuai kemarahan meluas setelah jutaan orang di seluruh dunia tidak dapat mengakses email, surfing web, atau menggunakan layanan BlackBerry Messenger beberapa waktu lalu. Banyak pemilik melampiaskan amarah mereka pada Twitter dan situs jejaring sosial lainnya.

Masalah dimulai Senin lalu dan baru sepenuhnya dipulihkan pada Kamis.

RIM mengatakan pemilihan aplikasi premium akan ditawarkan sebagai 'ekspresi penghargaan atas kesabaran mereka selama gangguan'. Aplikasi akan tersedia pada BlackBerry App World dari Rabu 19 Oktober sampai 31 Desember.

Langkah untuk memperbaiki reputasi datang sebagai survei pekan lalu mengungkapkan bahwa satu dari lima pengguna BlackBerry sedang mempertimbangkan untuk beralih ke ponsel lain. Bisnis 'inti' BlackBerry - menyediakan email yang aman dan pesan untuk bisnis - tampaknya berada di bawah ancaman.

Mengumumkan aplikasi gratis ini, wakil CEO RIM, Mike Lazaridis, mengatakan, "Jaringan global kami mendukung kebutuhan komunikasi lebih dari 70 juta pelanggan. Kami benar-benar menghargai dan menjunjung tinggi nilai hubungan kami dengan para pelanggan."

Aplikasi gratis akan mencakup SIMS 3, Bejeweled, Bubble Bash 2, dan Encore Shazam.

Redaktur: Siwi Tri Puji BSumber: Daily Mail

Peredaran SIM Card Lebihi Jumlah Penduduk

Handphone TERKAIT : Ponsel Blackberry 'Aspal' Laris Manis di Pekanbaru Asyik...! Belajar Bisa Lewat Telepon Genggam Copet Handphone di Kereta, Pemuda Babak Belur Dihakimi Massa Kemenkominfo Siap Tindak Penipuan Lewat SMS Nah Lho, Ketergantungan pada Ponsel Bikin Daya Ingat Menurun Selasa, 18 Oktober 2011 08:26 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Perkembangan industri telekomunikasi seluler sudah dinikmati 97 persen dari populasi penduduk Indonesia yang berjumlah 240 juta jiwa. Berdasarkan data Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), jumlah subscriber identity modul (SIM) card yang beredar di masyarakat bahkan sudah melebihi jumlah penduduk.

“Ini bentuk aspek positif terhadap peran operator seluler, khususnya melengkapi komunikasi masyarakat dari berbagai segmen,” kata Ketua Umum ATSI, Sarwoto Atmosutarno, kepada Republika di Hotel Indonesia Kempinsky.

Pendorong utama pertumbuhan volume penjualan SIM card tak hanya tingkat penjualan ponsel, tetapi juga alat-alat elektronik lain. Misalnya, konsumen yang menggunakan akses internet seluler seperti tablet dan modem seluler.

Hanya saja Sarwoto menyayangkan banyak dampak negatif timbul dari kemudahan memperoleh SIM card di Indonesia. Diantaranya terkait kasus penipuan dan penarikan pulsa lewat pesan singkat (SMS) premium.

Kejadian yang baru-baru ini terjadi misalnya, membuat Telkomsel harus mengembalikan uang penggantian. Besarannya Rp 300 juta perbulan kepada pelanggan yang menjadi korban.

Pria yang merangkap Direktur Utama Telkomsel itu mengatakan masing-masing operator memiliki cara tersendiri untuk mengembalikan pulsa pelanggan korban layanan SMS premium. "Masing-masing menggunakan call center, lalu dilakukan pengecekan dan diforced otomatis untuk mengembalikan pulsa pelanggan yang hilang,” ujarnya.

Redaktur: Didi PurwadiReporter: Mutia Ramadhani

Tifatul: Semua SMS Premium akan Di-unreg

Tifatul Sembiring TERKAIT : Hasil Rapimnas PKS akan Diserahkan ke Presiden Tifatul Ancam Mejahijaukan Pelaku Pencurian Pulsa Satya Lencana Pembangunan untuk Dua Direksi Telkomsel Dapat Rapor Merah, Tifatul Sembiring Mengaku Tak Tahu Soal RIM Bangun Pabrik di Malaysia: Tifatul Membantah, Gita Membenarkan Selasa, 18 Oktober 2011 09:57 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring, mengatakan semua bentuk layanan sms premium akan di-unreg secara otomatis oleh seluruh operator telepon seluler pada Selasa malam nanti. Langkah ini menyusul maraknya praktik sedot pulsa ilegal yang dilakukan oleh Content Provider (CP) nakal.

Praktik sedot pulsa kini sudah meresahkan masyarakat. Tanpa sadar, para pengguna telepon seluler dipotong pulsanya. ''Ini tidak fair, harus segera dihentikan," tegas Tifatul.

Keputusan penghentian tersebut tertuang dalam surat edaran BRTI no 177/BRTI/X/2011 yang ditanda tangani oleh Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Drs Syukri Batubara. Menkominfo mengungkap beberapa modus pencurian pulsa.

Salah satu modusnya terjadi pada pulsa prabayar yang baru dibeli Rp 50.000. Namun setelah dicek di rumah, ternyata isinya hanya Rp 36.000. Pulsanya sudah terpotong Rp 14.000. Setelah diusut, menurut customer service operator, pulsa itu langsung termasuk dengan paket RBT yang ada dalam SIM card. Padahal, pelanggan tidak pernah memintanya.

Atau, semacam promosi yang awalnya gratis. Tapi ketika pengguna telepon seluler lupa, mereka potong pulsanya.

"Jadi, kebijakan ini diambil untuk menyetop praktik sedot pulsa ilegal,'' ujar Tifatul menegaskan. ''Kita tidak bisa biarkan. Ini sama dengan pencurian uang masyarakat secara besar-besaran."

Disamping proses unreg/deaktivasi serentak tersebut, BRTI juga meminta seluruh operator untuk menghentikan semua penawaran sms "broadcast/pop-screen/voice broadcast" sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Menurut dia, kebijakan itu tidak mematikan industri kreatif CP termasuk bisnis RBT. Karena begitu di-"UNREG" massal, maka semua CP dan operator dipersilakan langsung menawarkan "Reg" kembali.

Bagi yang berminat, silakan mereka daftar. Itu tentunya dengan kesadaran sehingga tidak ada yang merasa tertipu.

BRTI juga mewajibkan seluruh operator merekapitulasi data pulsa pengguna yang telah terpotong. Mereka wajib melakukan pengembalian pulsa yang dipotong secara ilegal kepada pengguna dan melaporkan kepada BRTI pada Rabu (19/10).

Redaktur: Didi PurwadiSumber: Antara